CANDU
SANG PUJANGGA
Pujangga, kau penggemar
kata penuh makna
Menggemparkan dada sang
pecinta
Menyisir tiap desir
alunan pasir
Beralun dalam tiap
denting detik jam loker
Pujangga, kau hanyutkan
aku dalam aliran nadi di tanganmu
Menindas tandas setiap hela
nafasku
Menyesat sesak dalam
samudera lepas
Menderet sejuntai harap
Kau katak yang
melagukan nyanyian hujan
Sajak dalam larutan
tuak
Pujangga,
Kini kusadari puitismu
Bagai narkoba yang
menggoda
Daun harus luruh ketika
telah jenuh
Bunga akan layu ketika
telah kelu
Namun aku haruskah
begitu?
Hanya batanglah
penopang segala tanya
5 Mei 2013