Sabtu, 25 Januari 2014

TAMPAK TAPI TERSEMBUNYI



TAMPAK TAPI TERSEMBUNYI

Engkaulah zikir sempurna
Yang dzahir, Yang bathin

16 Januari 2014

TIKUS BERINGSUT



TIKUS BERINGSUT

Karang perkasa menghempas massa
Menyuap racun dalam luapan kuap
Memilih memilah celah sang khalifah
Gencar mengincar tahta singgasana

Hai semut, luputkan muka krisut
Tikus sungut berdasikan lautan luka
Memapah sembah di belakang kiblat
Rebahkanlah gajah berjubah
Sawahkanlah rumah mewah
Yang tak lelah mengais sampah

Jambi, 2013

Jumat, 24 Januari 2014

CANDU SANG PUJANGGA



CANDU SANG PUJANGGA

Pujangga, kau penggemar kata penuh makna
Menggemparkan dada sang pecinta
Menyisir tiap desir alunan pasir
Beralun dalam tiap denting detik jam loker

Pujangga, kau hanyutkan aku dalam aliran nadi di tanganmu
Menindas tandas setiap hela nafasku
Menyesat sesak dalam samudera lepas
Menderet sejuntai harap
Kau katak yang melagukan nyanyian hujan
Sajak dalam larutan tuak

Pujangga,
Kini kusadari puitismu
Bagai narkoba yang menggoda

Daun harus luruh ketika telah jenuh
Bunga akan layu ketika telah kelu
Namun aku haruskah begitu?
Hanya batanglah penopang segala tanya

5 Mei 2013

Kamis, 23 Januari 2014

HELAI-HELAI KEHIDUPAN



HELAI-HELAI KEHIDUPAN

kutemukan kehangatan seorang ayah di wajah sastra
mengumandangkan syair-syair cinta
memelodikan cermin kehidupan
nyata menari-nari dalam selimut yang dirajut dengan kata-kata
menggelegatkan semangat
membius sukma dalam gelora asmaranya

bersembunyi seumpama laila
menerangkan serupa nur dalam balutan rembulan
simponi kehidupan kau rajut, kau susun di rak perpustakaanmu
tertata rapi dalam helai-helai di mata tajammu
inilah waktu yang kau ukir sepanjang abad kehidupan

Jambi, 13 Januari 2014

Jumat, 17 Januari 2014

PUISI 2,7



WARNA KEHIDUPAN
(Herti Gustina)

Fatamorgana jiwa
Gelap, terang, buram temaram tersamar-samar

Mendalo, 15 Januari 2014