Rabu, 25 Desember 2013

BAYANGNYA DI UJUNG TAPAL SENJA



BAYANGNYA DI UJUNG TAPAL SENJA

bayangnya di ujung tapal senja
wajah ramah, kini melamun menungguku

rindu menggebu, senja kelabu
di pipiku terpampang wajah sendu
senja menjingga, jalan terbuka, tapi dia
bayangannya terlalu jauh di sana

di keriput pipinya, di mata yang berbinar sabar
di segala kerinduan memapah beku
jarak mengelak, sambil bergumam:
“kapan bayanganku ‘kan sampai di tapal senja?”

oh, dia telah lama merapal waktu!
bayangan perlahan telah mulai luluh
sementara jarak telah semakin jauh
namun kita masih belum sempat berjabat

wajah itu masih di sana
aku menunggu, kebersamaan kami pasti ‘kan abadi

Mendalo, 22 November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar