Rabu, 26 Februari 2014

DESEMBER


DESEMBER 
(Untuk sahabatku)

malam itu langit bertaburan bintang
semprotan kembang api liar menyala
menggerogoti benda langit yang asyik bercengkrama di balik kegelapan
ngiangan kegembiraan mengaum di seluruh jagad raya

malam itu 31 Desember
saat semua senyum memapah hangat mengucapkan selamat tinggal
kau tampak lesu dengan wajahmu yang pilu
merintih meniti malam pergantian tahun
auman ambulan mengiringi salam perpisahanmu
dengannya yang selalu membopongmu

malam itu kulihat kau tak mampu pejamkan mata
kau terus ditemani air mata
berdiri di depan sekujur tubuh yang bisu
akupun terpaku dalam jerit hati yang tak bisa terhenti
kusejukkan tubuh ini dengan air suci
kulantunkan nyanyian yasin di sepanjang malammu
namun kau tetap bermandikan air mata
kulihat luka di pipimu yang selalu ceria
memadamkan semua nyala kehidupanmu
dunia seakan nampak suram di jernih matamu


Malam itu
kuhadiahi tahun barumu dengan bahuku
untuk dapat kau pejamkan matamu
melupakan derita tahun kemarin
kuyakin masih kau sisakan cerita untuk tahun ini
dengan bismillah kau ucapkan selamat tinggal
di bulan Desember

Tembesi, 04 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar