DESEMBER
(Untuk sahabatku)
malam itu langit
bertaburan bintang
semprotan kembang api
liar menyala
menggerogoti benda
langit yang asyik bercengkrama di balik kegelapan
ngiangan kegembiraan
mengaum di seluruh jagad raya
malam itu 31 Desember
saat semua senyum
memapah hangat mengucapkan selamat tinggal
kau tampak lesu dengan
wajahmu yang pilu
merintih meniti malam
pergantian tahun
auman ambulan
mengiringi salam perpisahanmu
dengannya yang selalu
membopongmu
malam itu kulihat kau
tak mampu pejamkan mata
kau terus ditemani air
mata
berdiri di depan
sekujur tubuh yang bisu
akupun terpaku dalam
jerit hati yang tak bisa terhenti
kusejukkan tubuh ini
dengan air suci
kulantunkan nyanyian
yasin di sepanjang malammu
namun kau tetap
bermandikan air mata
kulihat luka di pipimu
yang selalu ceria
memadamkan semua nyala
kehidupanmu
dunia seakan nampak
suram di jernih matamu
Malam itu
kuhadiahi tahun barumu
dengan bahuku
untuk dapat kau
pejamkan matamu
melupakan derita tahun
kemarin
kuyakin masih kau
sisakan cerita untuk tahun ini
dengan bismillah kau
ucapkan selamat tinggal
di bulan Desember
Tembesi, 04 Januari
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar