DIAM NAMUN MERADANG
di
sudut-sudut kumuh gerbang kota
serdadu
mengadu menengadah mengharap hiba
meraung
tapi tak bersuara
tangan
dan kakinya kaku
mulutnya
bisu disumbat si penyebar umpat
dia
diam namun meradang
tertawa
dengan isak yang semakin memekak
gemuruh
riuh suara-suara kelaparan
apa
yang mereka makan?
luka-luka
yang berkecambah di tubuh mereka
mereka
haus!
ia
minum air mata mereka
semua
lelah pasrah dalam basah keringat
dan
air mata
Hg
Jambi,
21 Maret 2014



