SEPENGGAL
CAHAYA BUAT MIMPI
ku pajangkan asa di
dinding kamarku,
lalu kusematkan dalam
seuntai doa
sembari menghitung
jemari waktu
kurenungkan dalam
relung sanubariku
kulihat langit di
jengkal kepalaku
terlihat sayup kerlip
mengedipkan sinarnya,
dalam kabut yang
mengebut menutup katup mataku
perlahan kulihat samar
menyamar dalam kegelapan
rabun dalam gurun yang
tak berujung
gelap tanpa cahaya yang
mengendap
aku ingin sepenggal
cahaya impiku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar