PETAKA JALANAN
Raung menyalak di pagi yang hening
ratapan jalanan memula hari
serentak adukan gubuk berserak di jalanan
melotot kesurupan, luluh lantahkan petaka
kusaksikan petaka jalanan
sontak bulir-bulir di mata berontak
mengguyur kekejaman yang mencekam
bibir bergetar ingin mencibir sekelumit perintah
yang katanya rumit
tapi aku kerdil di antara kuasa-kuasa alam
Kaku, terpaku oleh perintah sang waktu
teriakan hati menyalak pecah
HG, 17 September 2014
"Mereka juga Kita"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar