PUDAR
NANAR SEBUAH PEMBUKTIAN
Dalam rangkaian sajak-sajak nan rancak
Terlihat bercak-bercak muram geram
Berbagai keluh kesah tertuang tumpah
Melimpah hujan dalam untaian mapan
Di atas neraca ditimbang kapas matang
Kemudian dibuang terbang tanpa pertimbangan
Berat sebelah dalam menelaah wajah
Memandang hampa dalam padang senja
Lalu mengadah menganga seekor burung beo
Bertepuk riang dalam kegirangan kemenangan
Namun merpati tertunduk lesu dalam setiap bait puisi
Walau hati semarak riak ingin menari
Tapi tertahan oleh hambatan
Yang selalu tak tertahan pudar nanarnya
Perih merintih dalam kesakitan
Tapi dia pastikan merpati pasti akan terbang pada
waktunya
Dan si beo akan mengangguk lesu dalam dekapan nafsu
Hg, 07 April 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar