Kamis, 11 Desember 2014

CANDU SANG PUJANGGA



 
CANDU SANG PUJANGGA

Pujangga, kau penggemar kata penuh makna
Menggemparkan dada sang pecinta
Menyisir tiap desir alunan pasir
Beralun dalam tiap denting detik jam loker

Pujangga, kau hanyutkan aku dalam aliran nadi di tanganmu
Menindas tandas setiap hela nafasku
Menyesat sesak dalam samudera lepas
Menderet sejuntai harap
Kau katak yang melagukan nyanyian hujan
Sajak dalam larutan tuak

Pujangga,
Kini kusadari puitismu
Bagai narkoba yang menggoda

Daun harus luruh ketika telah jenuh
Bunga akan layu ketika telah kelu
Namun aku haruskah begitu?
Hanya batanglah penopang segala tanya

5 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar