Saat
Ibrahim Berkisah
(Ayah)
Di
kejauhan tampak padi yang menderai senyum
Wajah
lumpur penuh basah keringat
Lusuh
jari jemari mengatur pacul
Menggoyang
tempayang pena
Saat
Ibrahim menebar buah
Hati
mekar merekah kesah
Menelan
payah dalam keremang-remangan
Untuk
gendongan kecilnya
Belum
kendur mundur uraturat nadi
Terus
walau hati mengelus peluh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar